‌Status IDM Kabupaten Kuningan Naik dari Berkembang Menjadi Maju

Oleh : Asep Gani Nurjaman, S.Pd (PLD Kecamatan Kuningan)

Indeks Desa Membangun (IDM) Merupakan Indeks komposit yang dibentuk dari indeks Ketahanan Sosial, Indeks Ketahanan Ekonomi dan Indeks Ketahanan Ekologi, adapun tujuan dari pada pendataan IDM ini adalah, menetapkan status kemajuan dan kemandirian Desa serta menyediakan data dan informasi dasar bagi pembangunan desa, sehingga arah dan kebijakan Pemerintahan pusat selaras dengan pembangunan yang ada di desa.

Adapun dasar hukum tentang program Indeks Desa Membangun yaitu peraturan menteri Keuangan (PMK) no 193 tahun 2018 tentang Pengelolaan Dana  Desa, Kemendesa PDTT Nomor 128 tahun 2017 tentang Indikator Kinerja Utama, SK no 303 tahun 2020 perubahan ketiga tentang status kemajuan dan kemandirian desa. Oleh karena itu program tersebut harus senantiasa wajib dilaksanakan di tataran pemerintahan desa dengan dukungan Dana Desa dan Pendamping desa.

Terkait hasil pendataan IDM Provinsi Jawa Barat yang tersebar di  27 kabupaten dan kota ,Jawa Barat termasuk urutan ke 5 tingkat nasional yang meraih status maju. Untuk status IDM Tingkat kabupaten Kuningan sendiri hasil dari penginputan oleh Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakt (TAPM) Kabupaten Kuningan, dimana data idm dari tiap desa yang di input oleh pemerintahan desa dengan dibantu pendamping desa dan pendamping lokal desa yang tersebar di 32 kecamatan dan 361desa, dari hasil input keseluruhan tingkat kabupaten ada peningkatan dimana  hasil pendataan di tahun 2020 kab kuningan termasuk kabupaten dengan status IDM berkembang, sementara di tahun 2021 sekarang hasil dari data Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) kab kuningan ada peningkatan status menjadi status “maju” dengan nilai idm (0,7229 . Dari hasil penilaian seluruh kategori penilaian mendapat nilai diantaranya nilai IKS ketahanan sosial  (0,8023), IKL  indek ketahanan lingkungan (0,7350) dan IKE indek ketahanan ekonomi (0,6315). Sehingga hal tersebut menjadikan kabupaten kuningan mendapat peringkat ke 79 tingkat nasional, dan rencananya  pada waktu terdekat hasil IDM tingkat kabupaten kuningan akan di deklarasikan secara resmi oleh bapak bupati kuningan serta seluruh tenaga pendamping profesional (TPP) rencananya akan turut serta diundang menghadiri acara deklarasi tersebut.

Di tahun 2021 Desa tertinggal di kabupaten kuningan sekarang sudah  tidak ada lagi desa yang berstatus IDM Tertinggal, sedangkan desa berstatus berkembang berjumlah 165 desa, untuk desa berstatus idm maju sejumlah 160 desa, dan desa yang mendapat predikat status idm mandiri bertambah menjadi 36 desa melebihi yang ditargetkan dimana di tahun 2020 sebanyak 22 desa yang berstatus Mandiri.

Hasil dari update pemutakhiran  idm tahun 2021 status desa mandiri yg tidak di targetkan ada 5 desa,dari status desa berkembang naik status ke desa Mandiri ada 1 desa yaitu desa Cimahi, sedangkan dari status desa maju naik ke status idm mandiri sejumlah 13 Desa. Perkembangan ap date dImulai dari tahun 2018 sampai dengan 2020 status IDM Kabupaten kuningan status IDMnya berkembang dan di tahun 2021 ada kenaikan menjadi kabupaten dengan status IDM Maju. Sementara untuk perkembangan peta sebaran strata IDM kecamatan tahun 2021 yakni di sebaran kecamatan paling banyak status mandirinya terdapat di 1 kecamatan yaitu kecamatan Kuningan dari jumlah 6 desa terdapat 4 desa yang status desanya predikat mandiri yaitu Desa Karangtawang, Desa Ancaran, Desa Kasturi dan Desa Kedungarum,sedangkan untuk strata idmnya  maju tersebar terbanyak di 17 Kecamatan dan strata idm nya dengan status berkembang tersebar di 14 kecamatan. Hasil dari pemutakhiran tersebut pemerintahan Desa  harus meng update setiap tahunnya disesuaikan dengan hasil kegiatan pembangunan sekarang untuk dijadikan progres dan evaluasi untuk tahun berikutnya, sehingga arah pembangunan sesuai yang diharapkan oleh masyarakat yang tertuang di APBDesa.

Selanjutnya salah satu program desa selain Indeks Desa Membangun yaitu SDGs desa atau di singkat suistainable development goals, program ini adalah upaya terpadu mewujudkan desa tanpa kemiskinan dan kelaparan, desa ekonomi tumbuh merata, desa peduli kesehatan,lingkungan, desa peduli pendidikan, desa ramah perempuan dan lain sebagainya yang merupakan role pembangunan berkelanjutan yang masuk dalam program prioritas penggunaan dana desa tahun 2021, sesuai dengan regulasi  permendesa no 13 tahun 2020 tentang prioritas penggunaan dana desa tahun 2021 diantaranya SDGs Desa, Pemulihan Ekonomi Nasional Sesuai kewenangan Desa, Program prioritas Nasional Sesuai Kewenangan Desa dan Adaptasi kebiasaan baru.

Untuk SDGs desa yang pendataan manualnya sudah selesai 100% bisa untuk musdes penetapan meskipun hasil infutan on line di aplikasinya belum 100% asalkan di berita acara penetapannya dituangkan narasi komitmen bahwa kuisioner yang belum infut di aplikasi akan ditargetkan selesai 30 hari kedepan. Dalam hal ini pemerintahan pusat kemendes akan memberikan penghargaan berupa sertifikat dari menteri desa bagi yang telah menyelesaikan pendataan baik manual maupun on line yakni penghargaan utama untuk desa yang telah menyelesaikan sebelum 1 Juni 2021, penghargaan Madya untuk desa yang telah menyelesaikan pendataan sebelum 1 Juli 2021 dan Penghargaan Pratama untuk desa  yang telah menyelesaikan sebelum 1 Agustus 2021.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *